Biji alpukat telah mendapat perhatian sebagai makanan kesehatan yang potensial, namun penelitian saat ini tidak cukup untuk memastikan manfaatnya – dan menunjukkan kemungkinan bahayanya. Meskipun mengandung karbohidrat, lemak, dan antioksidan, sebagian besar penelitian menggunakan ekstrak, bukan biji utuh, yang berarti sebagian besar efeknya pada manusia belum diketahui.
Kerusakan Gizi
Biji alpukat terdiri dari sekitar 65% karbohidrat, dengan protein 2,64–23% dan asam lemak sekitar 1,1–1,6%. Mereka juga mengandung flavonoid dan fenolik, yang merupakan antioksidan yang dapat mengurangi stres oksidatif, peradangan, dan kolesterol. Namun, ini adalah temuan laboratorium; efek di dunia nyata masih belum terverifikasi.
Sebagai perbandingan, daging alpukat menyediakan 322 kalori, 29,5g lemak, 17,1g karbohidrat, dan 13,5g serat per porsi. Hal ini membuat daging menjadi bagian yang bergizi tinggi dalam makanan Anda – tidak seperti bijinya.
Mengapa Kekhawatiran?
Komisi Alpukat California memperingatkan bahwa bijinya mengandung senyawa seperti glikosida sianogenik, tanin, dan penghambat trypsin. Ini adalah “antinutrien” yang dapat mengganggu penyerapan nutrisi. Artinya, meskipun bijinya * memang * mengandung senyawa bermanfaat, tubuh Anda mungkin kesulitan menggunakannya secara efektif.
Benihnya juga terlalu sulit untuk dikonsumsi dengan aman. Upaya untuk memotong atau memblendernya tidak menghilangkan risiko ini, dan tidak ada metode konsumsi yang aman.
Putusan
Mengingat kurangnya bukti dan potensi bahaya, tidak disarankan memakan biji alpukat. Pakar nutrisi seperti Cynthia Sass, MPH, RDN, menekankan bahwa daging alpukat menawarkan manfaat yang terbukti tanpa ketidakpastian.
Pendekatan yang paling masuk akal adalah menikmati daging alpukat yang lembut dan kaya nutrisi sambil menghindari bijinya yang belum terverifikasi dan berpotensi membahayakan.

























