Resiko Tersembunyi dari Biji Chia: Tampilan yang Seimbang

30

Biji chia semakin populer sebagai makanan super karena manfaat nutrisinya. Namun, seperti sumber makanan terkonsentrasi lainnya, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang tidak terduga. Meskipun benih-benih ini umumnya aman dalam jumlah sedang, memahami potensi kerugiannya sangat penting untuk menentukan pilihan makanan yang tepat.

Ketidaknyamanan Pencernaan: Faktor Serat

Biji chia sangat tinggi serat—sekitar 30-40% dari kebutuhan harian Anda hanya dalam dua sendok makan. Serat sangat penting untuk kesehatan usus, tetapi jika dikonsumsi terlalu banyak dan terlalu cepat, dapat menyebabkan kembung, gas, sakit perut, sembelit, atau bahkan diare. Kuncinya adalah pengenalan bertahap dan hidrasi yang memadai. Kebanyakan pola makan orang Barat kekurangan serat, jadi meningkatkan asupan sering kali bermanfaat. Masalah muncul ketika orang melakukannya secara berlebihan tanpa mengatur asupan cairannya.

Bahaya Tersedak: Biji Kering dan Ekspansi Kerongkongan

Mengonsumsi biji chia kering dalam jumlah besar menimbulkan risiko tersedak. Biji chia menyerap air dengan cepat, berkembang secara signifikan. Jika dikonsumsi dalam keadaan kering, diikuti dengan cairan, dapat membengkak di kerongkongan, sehingga berpotensi menghambat aliran udara. Orang dengan disfagia (kesulitan menelan) atau penyempitan esofagus menghadapi peningkatan risiko. Merendam biji chia terlebih dahulu menghilangkan bahaya ini.

Gangguan Penyerapan Nutrisi: Asam Fitat dan Lendir

Biji chia mengandung asam fitat dan serat substansial. Asam fitat mengikat mineral penting seperti kalsium, zat besi, dan seng, sehingga mengurangi penyerapannya. Serat larut membentuk gel kental (lendir) di saluran pencernaan, yang juga dapat menghambat penyerapan nutrisi. Meskipun hal ini bukan masalah penting bagi sebagian besar orang, mereka yang memiliki kekurangan harus waspada.

Interaksi Obat: Gula Darah, Tekanan Darah, dan Pengencer

Biji chia dapat mengganggu pengobatan tertentu. Kandungan seratnya memperlambat penyerapan karbohidrat, sehingga berpotensi menyebabkan fluktuasi gula darah bila dikombinasikan dengan obat diabetes. Obat-obatan tersebut juga dapat mengurangi efektivitas obat tekanan darah dengan memperlambat penyerapannya. Kadar omega-3 yang tinggi dapat memperkuat efek pengencer darah, sehingga meningkatkan risiko pendarahan. Perhatian disarankan bagi siapa pun yang menggunakan obat resep.

Masalah Kesehatan Ginjal: Batu Kalium, Fosfor, dan Oksalat

Biji chia kaya akan potasium dan fosfor, mineral yang harus dibatasi oleh penderita penyakit ginjal. Ginjal yang rusak kesulitan menyaringnya secara efektif, sehingga menyebabkan penumpukan. Selain itu, kandungan oksalat yang tinggi meningkatkan risiko terjadinya batu ginjal kalsium oksalat, terutama pada mereka yang memiliki riwayat batu ginjal kalsium oksalat. Namun, memadukan biji chia dengan makanan kaya kalsium (seperti yogurt) dapat mengurangi risiko ini dengan mengikat oksalat di perut.

Reaksi Alergi Langka: Reaktivitas Silang dengan Wijen dan Hazelnut

Alergi terhadap biji chia jarang terjadi, tetapi mungkin saja terjadi. Orang yang alergi wijen atau hazelnut mungkin menunjukkan reaktivitas silang. Gejalanya berupa kulit gatal, gatal-gatal, wajah bengkak, pusing, dan sesak napas. Perhatian medis segera sangat penting dalam kasus yang parah.

Mengonsumsi biji chia dalam jumlah sedang (sekitar 2,5 sendok makan) umumnya aman bagi sebagian besar orang. Namun konsumsi berlebihan dapat memicu masalah pencernaan, masalah penyerapan nutrisi, atau bahkan komplikasi yang lebih serius. Persiapan yang tepat (merendam benih) dan kesadaran akan potensi interaksi adalah kunci untuk menikmati benih secara bertanggung jawab.

попередня статтяMendorong Tenaga Seluler: 5 Perubahan Gaya Hidup untuk Kesehatan Mitokondria yang Optimal