Paparan Cahaya Malam Hari Terkait dengan Peningkatan Risiko Penyakit Jantung

13

Penelitian baru yang dipresentasikan pada Sesi Ilmiah American Heart Association tahun 2025 menegaskan bahwa paparan cahaya buatan di malam hari tidak hanya mengganggu tidur – tetapi juga dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular secara signifikan. Studi tersebut, yang menganalisis data lebih dari 450 orang dewasa, menemukan korelasi langsung antara paparan cahaya malam hari, peningkatan aktivitas stres otak, dan peradangan arteri.

Bagaimana Cahaya Mempengaruhi Kesehatan Jantung

Para peneliti menggunakan pencitraan PET/CT untuk mengamati fungsi otak dan kesehatan arteri pada peserta yang tidak memiliki penyakit jantung sebelumnya. Dengan memetakan tingkat paparan cahaya berdasarkan alamat tempat tinggal, mereka menemukan bahwa individu yang terpapar cahaya buatan tingkat lebih tinggi di malam hari menunjukkan peningkatan aktivitas di wilayah otak yang terkait dengan respons “lawan-atau-lari”. Peningkatan aktivitas otak ini berkorelasi langsung dengan peradangan yang lebih besar di arteri, yang merupakan indikator awal utama penyakit kardiovaskular.

Temuan ini penting karena peradangan arteri sering kali mendahului masalah jantung yang terlihat selama bertahun-tahun. Otak tampaknya menafsirkan cahaya malam sebagai pemicu stres, sehingga memicu serangkaian respons fisiologis yang secara diam-diam dapat merusak jantung seiring berjalannya waktu.

Melampaui Melatonin: Respon Stres

Meskipun dampak cahaya terhadap penekanan melatonin sudah diketahui, penelitian ini menyoroti mekanisme yang lebih dalam. Cahaya malam hari mengaktifkan sistem saraf simpatik, mempersiapkan tubuh untuk bertindak daripada istirahat. Aktivasi kronis dari respons stres ini menyebabkan peradangan, peningkatan tekanan darah, dan kekakuan arteri – yang semuanya merupakan faktor risiko utama kardiovaskular.

Implikasinya jelas: paparan cahaya malam dalam waktu lama bukan hanya masalah tidur; ini adalah masalah kesehatan sistemik.

Langkah Sederhana untuk Mengurangi Risiko

Penelitian menunjukkan bahwa mengurangi paparan cahaya malam hari dapat berdampak nyata pada kesehatan jantung. Berikut cara meminimalkan paparan:

  • Optimalkan Kegelapan Kamar Tidur: Gunakan tirai anti tembus pandang, masker mata, atau metode lain untuk menghilangkan intrusi cahaya. Bahkan cahaya redup pun dapat mengganggu proses perbaikan alami.
  • Pilih Pencahayaan Hangat: Beralih ke bohlam berwarna kuning di malam hari, bukan LED biru-putih yang terang.
  • Jam Malam Digital: Batasi waktu pemakaian perangkat (ponsel, tablet, TV) setidaknya satu jam sebelum tidur untuk menghindari paparan cahaya biru.
  • Pencahayaan Luar Ruangan yang Penuh Perhatian: Manfaatkan sensor gerak atau pengatur waktu untuk lampu eksterior guna mengurangi kecerahan yang tidak perlu.

Penyesuaian ini mungkin tampak kecil, namun merupakan salah satu dari sedikit pemicu stres lingkungan yang dapat dikendalikan secara langsung oleh individu.

Melindungi hati Anda bisa dimulai dengan sesuatu yang sederhana seperti mematikan lampu.

Cahaya buatan di malam hari tidak hanya mengganggu tidur; itu diam-diam membebani sistem kardiovaskular dari waktu ke waktu. Penelitian ini menggarisbawahi perlunya pengelolaan cahaya secara sadar untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

попередня статтяRami untuk Stres dan Kecemasan: Tren Kesehatan Alami yang Berkembang
наступна статтяSuplemen Vitamin D dan Penuaan Biologis: Arti Penelitian Terbaru