Bagaimana Behaviorisme Skinner Menjelaskan Tindakan Manusia Tanpa Melihat ke Dalam Pikiran

13

Behaviorisme adalah kerangka kerja yang menghilangkan misteri pikiran internal. Ia berpendapat bahwa untuk memahami mengapa suatu organisme bertindak dengan cara tertentu, Anda hanya perlu melihat lingkungannya. Pikiran batin? Mereka diabaikan. Fokusnya sepenuhnya pada apa yang bisa dilihat, diukur, dan dihitung.

Pendekatan ini mendominasi perbincangan seputar paradigma perilaku karena menawarkan jalur yang jelas dan dapat diamati untuk memahami perilaku. Pendekatan ini memperlakukan tindakan manusia dan hewan sebagai titik data, bukan sebagai gejala pergulatan batin yang kompleks.

Revolusi Skinner

Meskipun behaviorisme mempunyai akar yang lebih tua, ia benar-benar terbentuk pada awal abad ke-20. Tokoh yang mendefinisikan zaman adalah Burrhus Frederic Skinner. Aktif antara tahun 1940an dan 1960an, Skinner mendorong bidang ini ke arah apa yang sekarang dikenal sebagai analisis eksperimental perilaku.

Karyanya dibangun berdasarkan gagasan sebelumnya tentang pola stimulus-respons. Tapi dia menarik garis keras di pasir. Dia berhenti memedulikan proses mental di balik tindakan tersebut. Dia hanya peduli dengan tindakannya sendiri.

Operator vs. Reaktif

Kontribusi besar Skinner adalah mengalihkan fokus dari pengkondisian klasik ke pengkondisian operan. Para pendahulunya memandang refleks. Skinner memandang tindakan sukarela. Dia ingin mengetahui bagaimana perilaku berubah berdasarkan konsekuensinya di lingkungan yang berbeda.

Dia mengujinya menggunakan kotak Skinner yang terkenal. Pengaturan eksperimental ini mengungkapkan dua jenis perilaku yang berbeda:

  • Perilaku reaktif: Ini tidak disengaja dan refleksif. Suara keras membuatmu terlonjak. Anda tidak memilih untuk melakukan ini. Itu terjadi pada Anda.
  • Perilaku operan: Ini bersifat sukarela. Ini adalah serangkaian tindakan yang dipicu oleh rangsangan. Berjalan adalah contoh yang bagus. Anda memilih untuk bergerak, dan lingkungan merespons.

Cermin Pasif

Filosofi yang mendasarinya sangat jelas. Pengetahuan tidak diciptakan; itu disalin. Subjek adalah entitas pasif yang mencerminkan realitas. Ketika Anda menghadapi stimulus yang sama, Anda diharapkan memberikan respons yang sama.

Ini menciptakan sistem dengan presisi tinggi. Melalui pengulangan terus menerus dan eksperimen yang ketat, peneliti dapat mengisolasi perilaku tertentu. Mereka memetakan dengan tepat stimulus mana yang mengarah pada respons akhir yang mana. Tidak ada ambiguitas. Hanya ada sebab dan akibat.