Oliver Sacks tidak hanya mempelajari otak. Dia mendengarkannya.
Ahli saraf dan penulis asal Inggris ini lahir di London pada Juli 1933 dan akhirnya menetap di Amerika Serikat. Pada tahun 1960, dia menyeberangi Atlantik untuk belajar di Universitas California. Pada tahun 1965, ia bergabung dengan fakultas Fakultas Kedokteran Albert Einstein di New York. Dia tinggal di sana sampai tahun 2007.
Karirnya mencakup banyak institusi. Namun warisannya bertumpu pada sesuatu yang lebih sederhana: studi kasus Oliver Sacks.
Dia menulis tentang orang-orang yang menderita kerusakan saraf. Bukan sebagai subjek klinis. Namun saat manusia menjelajahi dunia baru yang aneh. Sindrom Tourette. amnesia. autisme. Ini hanyalah diagnosa dalam bukunya. Ini adalah pengalaman hidup.
Belas kasihannya terhadap orang-orang yang menderita kondisi aneh adalah ciri khas karyanya.
Pendekatan ini menjadi ciri karyanya. Hal ini membuatnya terkenal. Hal ini pula yang membuatnya menjadi kontroversi di kalangan sebagian ulama yang ingin menjauhkan diri darinya. Karung ingin terhubung.
Buku yang mendefinisikan suatu generasi
Bukunya yang paling terkenal, The Awakening, diterbitkan pada tahun 1973 dan mengubah pemahaman kita tentang encephalitis lethargica. Ini merinci efek jangka panjang dari penyakit tidur. Pasien yang telah dibekukan selama beberapa dekade tiba-tiba terbangun. Mereka menari. Mereka berbicara. Kemudian mereka memudar lagi. Sebuah film adaptasi yang dibuat pada tahun 1990 membawa cerita tersebut ke khalayak yang lebih luas.
Tapi Kebangkitan hanyalah permulaan.
Pria yang Mengira Istrinya Bertopi (1986) adalah batu ujian budaya. Ini mengeksplorasi agnosia visual dan gangguan persepsi lainnya. An Anthropologist on Mars (1995) mengeksplorasi hal ini lebih jauh. Laporan ini melihat penyakit Parkinson dan penyakit lainnya dari perspektif adaptasi manusia.
Judul-judul ini mendominasi pembahasan memoar kondisi neurologis. Ini masih merupakan bacaan penting.
Di Luar Klinik
Sacks lebih dari sekedar seorang dokter. Dia adalah seorang penulis memoar.
Paman Tungsten: Memories of a Chemical Boyhood (2001) menceritakan minat awalnya pada sains. Oaxaca Diary (2002) menceritakan tentang perjalanannya di Meksiko. On the Move* (2015) tiba di New York tak lama sebelum kematiannya pada Agustus 2015. Perjalanan pribadinya dirinci.
Pengakuan datang bersamanya. Dia menerima Guggenheim Fellowship pada tahun 1989. Pada tahun 2008 dia dianugerahi CBE.
Namun, pekerjaan itu sendiri membuahkan hasil. Atau sebuah beban.
Ia meninggal pada usia 82 tahun. Kondisi yang ia tulis masih ada. Pasien yang dia gambarkan telah tiada. Namun pertanyaannya masih ada. Bagaimana otak membangun identitas? Apa jadinya bila konstruksi itu gagal?
Sacks tidak memiliki semua jawabannya. Dia hanya menanyakan pertanyaan yang lebih baik.